Curah hujan yang meningkat membuat kondisi jalanan menjadi basah dan berisiko tinggi memicu kecelakaan. Permukaan aspal yang licin serta genangan air dapat menyebabkan roda kehilangan traksi jika pengendara tidak waspada.
Untuk menjaga keselamatan diri dan kendaraan saat melintas di tengah guyuran hujan, berikut adalah 11 langkah keselamatan yang perlu diterapkan:
Memetakan Rute Perjalanan Terlebih Dahulu
Sebelum berangkat, tentukan jalur yang akan dilewati, khususnya jika hendak menuju lokasi yang belum familiar. Memahami rute sejak awal mencegah risiko tersesat yang dapat mengganggu konsentrasi berkendara di tengah keterbatasan jarak pandang akibat hujan.
Memastikan Seluruh Lampu Berfungsi Baik
Pemeriksaaan pencahayaan sangat penting karena sinar lampu membantu pandangan di tengah lebatnya hujan. Selalu nyalakan lampu utama, baik siang maupun malam, agar keberadaan kendaraan Anda mudah terlihat oleh pengguna jalan lain.
Memeriksa Kesiapan Komponen Utama Kendaraan
Pastikan fungsi kendali seperti stang kemudi, tuas gas, rem, dan sistem kopling beroperasi secara presisi. Kondisi jalan yang basah menuntut seluruh komponen fisik bekerja ekstra keras sehingga pemeriksaan sebelum jalan wajib dilakukan.
Mengontrol Tekanan Angin dan Kondisi Ban
Tekanan udara yang pas serta kedalaman alur ban yang baik sangat efektif mencegah gejala melayang (aquaplaning) maupun selip. Hindari menggunakan ban yang sudah aus dan biasakan mengecek kondisinya setidaknya seminggu sekali.
Menggunakan Alas Kaki yang Tahan Air dan Tidak Licin
Pemilihan alas kaki berpengaruh pada kestabilan pijakan saat mengontrol motor. Gunakan sepatu atau alas kaki anti-air yang memiliki cengkeraman baik agar kaki tidak mudah tergelincir sewaktu menapak di jalanan basah.
Membawa Jas Hujan Tipe Baju dan Celana
Selalu siapkan jas hujan di dalam bagasi untuk melindungi tubuh dan barang bawaan dari guyuran air. Hindari pemakaian jas hujan model ponco karena rawan tersangkut di roda atau rantai, dan pilihlah model setelan baju-celana yang lebih aman.
Menjaga Kecepatan Laju Kendaraan
Permukaan jalan yang basah mengurangi daya cengkeram roda ke aspal. Kurangi kecepatan dan berkendaralah dalam batas normal agar alur ban dapat membuang air secara maksimal dan menjaga stabilitas motor.
Menjaga Jarak Aman Antar Kendaraan
Beri ruang bebas yang lebih jauh dengan kendaraan di depan. Dalam kondisi basah, jarak yang dibutuhkan sistem pengereman untuk menghentikan laju motor menjadi lebih panjang ketimbang saat jalan kering.
Menghindari Menerobos Genangan Air
Jangan memaksakan diri melintasi genangan air yang tidak diketahui kedalamannya. Menerobos genangan secara sembarangan berisiko membuat mesin mati mendadak atau membuat roda terperosok ke dalam lubang jalan yang tidak terlihat.
Mengikuti Penunjuk Marka Jalan
Selalu patuhi garis marka jalan guna meminimalkan risiko bahaya. Memperhatikan marka membantu kendaraan tetap berada di jalur yang tepat serta aman dari jangkauan kendaraan lain.
Tidak Menyalakan Mesin Saat Terjebak Banjir
Jika kendaraan mogok karena terendam banjir, hindari memutar kunci kontak atau menyalakan mesin. Air yang masuk ke saluran pembuangan berisiko merusak komponen pengapian dan memicu korsleting listrik, sehingga motor sebaiknya didorong ke tempat yang kering.
Keselamatan saat berkendara di musim hujan sangat bergantung pada kewaspadaan serta kondisi teknis kendaraan yang Anda gunakan.
Agar sepeda motor Anda selalu siap menghadapi cuaca basah, lakukan pemeriksaan serta perawatan komponen secara berkala di Bengkel Anugerah 88 agar ditangani secara langsung oleh mekanik berpengalaman.