Banyak anggapan tentang keselamatan berkendara yang beredar di masyarakat, tetapi tidak semuanya benar. Bahkan, beberapa kebiasaan yang dianggap praktis justru berisiko membahayakan pengendara. Yuk, kenali tujuh mitos berikut agar kamu lebih bijak dan aman saat berkendara!
Mitos 1:Helm Full-Face Dapat Menghalangi Pandangan
Helm full-face dirancang untuk melindungi kepala dan wajah tanpa mengabaikan kebutuhan penglihatan pengendara. Meski sebagian orang khawatir pandangan samping menjadi terbatas, helm ini tetap mendukung visibilitas saat berkendara sekaligus membantu melindungi wajah dari debu, angin, hujan, dan serangga.
Mitos 2: Pengendara Motor Menggunakan Jaket Kulit Hanya untuk Penampilan
Jaket kulit bukan sekadar pelengkap penampilan pengendara motor. Bahannya dikenal kuat dan tidak mudah sobek, serta dapat membantu melindungi tubuh dari terpaan angin dan udara dingin. Selain memberikan perlindungan, desainnya yang tidak lekang oleh waktu juga menjadi alasan banyak pengendara memilihnya.
Mitos 3: Pengendara Lain Akan Selalu Melihat Keberadaanmu
Jangan berasumsi bahwa semua pengendara selalu menyadari keberadaanmu. Terutama di sekitar mobil, titik buta dapat membuat sepeda motor tidak terlihat. Hindari berada terlalu lama di area tersebut, jaga jarak aman, dan perhatikan kondisi lalu lintas agar memiliki waktu bereaksi ketika kendaraan di depan mengerem mendadak.
Mitos 4: Sepeda Motor Besar Cocok untuk Pemula
Motor berukuran besar belum tentu menjadi pilihan ideal bagi pengendara pemula. Bobot kendaraan yang lebih berat dapat menyulitkan pengendalian, terutama ketika pengendara belum terbiasa memperkirakan jarak dan pergerakan motor. Pilih kendaraan sesuai kemampuan agar lebih mudah menjaga keseimbangan dan mengendalikan laju kendaraan.
Mitos 5: Ukuran Motor yang Kecil Memudahkan Menyelip di Lalu Lintas Padat
Dimensi motor yang relatif kecil memang membuatnya lebih praktis di jalan, tetapi bukan berarti pengendara boleh menyelip sembarangan. Pergerakan mendadak di antara kendaraan dengan jarak sempit meningkatkan risiko bersenggolan. Tetaplah berada pada jalur yang aman, jaga jarak, dan hindari manuver yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.
Mitos 6: Segera Menjatuhkan Diri Jika Akan Bertabrakan
Menjatuhkan diri dari motor bukanlah cara yang tepat untuk menghindari tabrakan. Utamakan menghindar atau mengurangi kecepatan dengan mengerem secara terkendali jika situasi memungkinkan. Perhatikan jarak dengan kendaraan di sekitar dan jangan melakukan gerakan mendadak yang justru berpotensi menimbulkan kecelakaan lebih besar.
Mitos 7: Knalpot yang Berisik Lebih Aman
Knalpot yang bersuara keras tidak menjamin pengendara lain menyadari keberadaanmu. Suara kendaraan bisa kurang terdengar oleh pengendara mobil yang menutup jendela atau memutar musik. Karena itu, jangan mengandalkan kebisingan sebagai penanda keselamatan. Utamakan visibilitas, posisi berkendara yang tepat, dan pergerakan yang mudah diprediksi. Pastikan juga kondisi motor tetap prima dengan melakukan pemeriksaan dan servis berkala di Anugerah 88, Jalan Imam Bonjol Nomor 112-A, Tanjung Balai.